twitter




Kaget memang ketika mengikuti kajian Tafsir Al-Qur’an yang diisi oleh Ust. Hasan Al Zaizih, sabtu 30 Agustus 2014 di masjid Nurul Islam – Rawa Bambu, saat beliau menjelaskan bahwa surah Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat dan basmalah tidak termasuk di dalamnya. Sehingga pada saat sholat tidak diperbolehkan membaca basmalah, karena diluar bacaan sholat. Bagaimana dalilnya? Lantas apakah selama ini sesat membaca Basmalah sebagai bagian dari surah Al-Fatihah dalam sholat?  Berikut akan saya jabarkan ilmu yang saya dapat hari ini.
Al-Fatihah artinya permulaan segala sesuatu, sedangkan fatihatul Qur’an (permulaan Al-Qur’an Al-Karim) adalah Alhamdulillahirobbil’alaamiin (الْعَالَمِينَ رَبِّ لِلَّهِ الْحَمْدُ ), karena itu surah ini disebut Al-Fatihah. Al-Fatihah memiliki nama-nama lain, menurut pengarang  kitab Al-Itqan menghitung lebih dari duapuluh nama, dari jumlah tersebut tidak ada landasan dari sunnah kecuali empat nama: Fatihatul kitab (pembuka kitab), ummul Qur’an (Induk Al-Qur’an), As-Sab’u Al-Matsani (tujuh ayat yang terulang-ulang ) dinamakan ini karena surah ini dibaca berulang-ulang ketika sholat , dan Ummul Kitab (Induk Kitab), dinamakan Ummul Kitab karena berisi pokok-pokok kandungan Al-Qur’an. Nama lain dari surah Al-Fatihah adalah Ash-Shalat, sesuai dengan sabdah Nabi Muhammad SAW tentang firman Allah: “Aku bagi shalat itu antara Aku dengan hamba-Ku, dan hamba-Ku boleh bebas meminta. Ketika ia mengatakan “الْعَالَمِينَ رَبِّ لِلَّهِ الْحَمْدُmaka Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku telah memujiku…” dan seterusnya (HR. An-Nasa’a dan lainnya). Berdasarkan hadits qutsi tersebut dapat dikatakan bahwa Alhamdulillahirobbil’alamiin (الْعَالَمِينَ رَبِّ لِلَّهِ الْحَمْدُ) merupakan ayat pertama dari surah Al-Fatihah.
Bagaimana tentang pendapat yang menerangkan bahwa basmallah merupakan bagian dari Al-Fatihah? Hal ini tidaklah salah, ini adalah pendapat dari Imam Syafi’i, karena itu ia mewajibkan basmalah dibaca di dalam shalat. Dalam buku/kitab yang dipegang oleh Ust. Hasan, diterangkan bahwa Imam syafi’i berpendapat bahwa Basmalah termasuk ayat di dalam surah Al-Fatihah, dan bukan temasuk ayat di dalam surah lain. Dalam buku/kitab lain Imam Syafi’I bependapat bahwa Basmalah merupakan bagian dari seluruh surah di dalam Al-Qu’an. Ust. Hasan berkata wallahua’lam, pendapan yang mana yang lebih dulu dikeluarkan.
Tetapi menurut pendapat yang lebih kuat (rajah), bahwa Basmalah bukanlah salah satu ayat dalam surah Al-Fatihah. Jadi ayat ketujuh adalah (الضَّالِّينَ وَلاَ عَلَيهِمْ المَغضُوبِ غَيرِ) sementara ayat keenamnya adalah (عَلَيهِمْ أَنعَمتَ الَّذِينَ صِرَاطَ ). Menurut Imam Malik Basmalah bukan ayat di dalam surah Al-Fatihah maupun di surah lainnya, sehingga mengharamkan membaca Basmalah di dalam shalat.
Bagaimana dengan membaca Basmalah saat tilawah? Membaca basmalah disunnahkan atau sangat dianjurkan  dibaca sebelum surah-surah di dalam Al-Qur’an, kecuali surah At-Taubah. Dan disunnahkan bagi setiap orang membaca basmalah pada waktu makan, minum, mengenakan pakaian, ketika masuk masjid dan keluar darinya, ketika naik kendaraan dan pada saat urusan yang baik. Selain itu wajib membaca “Bismillah, Allahu Akbar” ketika menyembelih hewan.
Jadi, pada dasarnya basmalah termasuk ayat dalam surah Al-Fatihah atau tidak dan boleh dibaca saat shalat atau tidak, masing-masing memiliki dalil. Kembali ke diri masing-masing, lebih yakin yang mana. Yang terpenting kita sudah mengetahui ilmu tentang dalil, karena beramal harus berdasarkan ilmu.
Wallahua’lam bishowab. Maaf bila ada salah penulisan.  Hanya kepada Allah Ta’ala semata saya berharap semoga tulisan ini bisa menjadi amal shalih dan dapat bermanfaat. Sesungguhnya hanya Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Jakata, 30 Agustus 2014 


             DK

*Sumber: Tafsir Al-Qur’an Al-Aisar, Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi